Hamparan Perak, {Bhayangkara News} - Bahtiar, seorang warga Desa Selemak yang juga merupakan Ketua Yayasan Elang Memega Indonesia, telah berhasil mengolah limbah sawit sludge CPU milik PT. Smart tbk menjadi pupuk kompos premium di Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS3R) SMJ yang berada di Desa Selemak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Hasil dari pengolahan ini dapat digunakan sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan dan efektif dalam meningkatkan produktivitas tanaman.

Limbah sawit sludge CPU merupakan limbah dari proses pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi CPO (Crude Palm Oil) di pabrik kelapa sawit. Limbah ini biasanya dibuang begitu saja dan menjadi masalah lingkungan yang serius. Namun, Bahtiar memanfaatkan limbah ini menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi dan lingkungan.

Proses pengolahan yang dilakukan Bahtiar dimulai dengan mengumpulkan limbah sawit sludge CPU dari pabrik PT Smart tbk. Kemudian, limbah tersebut dibersihkan dari kotoran dan sampah lainnya sehingga tingkat keasamannya bisa dikontrol. Setelah itu, limbah tersebut dicampur dengan bahan organik lainnya seperti kulit bawang putih, dedak padi dan sekam padi. Selanjutnya, bahan-bahan tersebut diolah selama kurang lebih 3 bulan dengan metode pengomposan yang baik dan benar.

Hasil dari pengolahan ini adalah pupuk kompos premium yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi untuk tanaman. Pupuk kompos ini dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman di sekitar desa. Selain itu, pengolahan limbah sawit sludge CPU menjadi pupuk kompos juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan karena limbah yang tadinya dibuang begitu saja menjadi bermanfaat.

Bahtiar berharap dengan adanya pengolahan limbah sawit sludge CPU menjadi pupuk kompos premium di TPS3R SMJ Desa Selemak, masyarakat sekitar dapat lebih sadar akan pentingnya pengelolaan limbah secara bijak dan ramah lingkungan. Selain itu, Bahtiar juga berencana untuk memperluas usahanya dengan memasarkan pupuk kompos premium yang dihasilkan ke pasar lokal.

Editor : Sutan Malik