Dalam pertemuan ini, Kapolri mengatakan,
pendekatan dan diskusi dengan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan sangat
penting dilakukan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolri pun menyambut baik dimana bentuk
intoleransi yang dilawan dengan moderasi keagamaan yang memerlukan tokoh-tokoh
agama.
“Kami juga siap bekerjasama dengan pemuda
masjid untuk membangun bangsa,” katanya.
Peran ormas yang peduli bangsa saat ini, kata
Kapolri, sudah semakin bagus. Jenderal Sigit pun berharap, basis pemuda
masjid sampai tingkat desa harus saling menguatkan.
“Prinsipnya Polri siap bekerjasama dan
mendukung program-program dalam memerangi hal-hal yang menyerang negara,”
ungkapnya.
Mantan Kapolda Banten ini pun mengajak para
tokoh dan pemuda agama bersatu membangun bangsa setelah adanya polarisasi di
Pilpres dan Pilkada.
Sementara itu, Ketua BKPRMI Said Aldi
mengatakan, pihaknya siap bekerjasama dengan polisi di daerah dalam membina
ustaz, ustazah serta dai dalam menjaga kamtibmas dan menutup kemungkinan adanya
radikal masuk ke pemuda Masjid.
“Badan Pemuda Masjid dalam membina ustaz,
ustazah dan dai kamtibmas sekalian untuk menutup kemungkinan adanya radikal
yang akan masuk ke pemuda Masjid,” katanya.
Ketua Penasehat BKPRMI Idrus Marham
mengatakan, basis BKPRMI adalah masjid, maka jika ada masalah di Masjid dapat
dikoordinasikan dengan pemuda Masjid.



0 Komentar